Internasional

Mojtaba Khamenei: Peringatkan AS-Israel dan Ancam Balasan Tanpa Batas

×

Mojtaba Khamenei: Peringatkan AS-Israel dan Ancam Balasan Tanpa Batas

Sebarkan artikel ini
foto aljazeera.com

TEHERAN,Khabarjabar.com – Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak menyusul pernyataan tegas dari Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Dalam kemunculan publik pertamanya pasca-pengangkatannya, ia melayangkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel agar mengurungkan niat melancarkan serangan militer baru terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah bayang-bayang ancaman aksi militer lanjutan dari kedua negara sekutu tersebut. Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika kedaulatan negaranya kembali diganggu.

8c2827ca 5b77 4e9c ad53 0fe7ba64ced9

“Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iranlah yang akan menentukan waktu dan kondisi untuk mengakhiri serangan tersebut,” tegas Mojtaba Khamenei dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs pemerintah Iran.

Instruksi Tegas untuk Komando Militer

Peringatan ini bukan sekadar retorika politik. Dalam pertemuan perdananya bersama jajaran petinggi militer yang dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Panglima Militer Amir Hatami, dan Komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi Khamenei memberikan instruksi operasional yang sangat ketat.

Ia menginstruksikan agar setiap ancaman langsung direspons tanpa batasan wilayah. Militer Iran diminta untuk memastikan bahwa setiap tindakan balasan bersifat cepat, berdampak signifikan, serta tidak terikat oleh batas geografis. Selain itu, Khamenei juga memerintahkan jajarannya untuk memperbarui daftar target serangan yang mencakup seluruh aset, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, milik sekutu AS dan Israel.

Momen ini menjadi sorotan internasional karena merupakan laporan kemunculan resmi pertama Mojtaba Khamenei di hadapan publik sejak ia resmi menduduki kursi kepemimpinan tertinggi. Ia menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang gugur dalam serangan gabungan AS-Israel pada fase awal perang Timur Tengah.

Diplomasi Buntu dan Sikap Washington

Di sisi lain, ketegangan militer ini berlangsung bersamaan dengan upaya jalur diplomatik untuk meredakan situasi. Delegasi dari Qatar dikabarkan telah tiba di Teheran guna melakukan pembicaraan tingkat tinggi, menyusul penyerahan surat dari Wakil Presiden AS, JD Vance, kepada pihak Iran. Kendati demikian, laporan media lokal menyebutkan bahwa Teheran hingga kini masih menahan diri dan belum memberikan jawaban resmi atas surat tersebut.

Sementara itu, dari pihak Washington, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memberikan keterangan terkait posisi pemerintah Amerika Serikat. Dalam konferensi pers yang digelar di Atlanta, Georgia, Rubio menyatakan bahwa Presiden Donald Trump hingga kini belum mengambil keputusan final mengenai rencana serangan militer baru ke Iran.

“Kita dapat mencapai tujuan militer jika kita menghendakinya,” ujar Rubio. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Presiden Trump masih terus menimbang berbagai opsi strategis dan belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait langkah militer selanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di kawasan masih berada dalam status siaga tinggi, menanti kepastian langkah diplomatik maupun respons militer dari kedua belah pihak yang berseteru.

1fd92773-1ee7-4fd5-b5ff-e6166596c34b-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *