BANDUNG,Khabarjabar.com – Aktivitas penerbangan komersial di Jawa Barat pada September 2026 tercatat masih terkonsentrasi di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Sementara itu, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka belum mencatatkan tingkat keberangkatan penumpang yang sebanding.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, total keberangkatan penumpang angkutan udara domestik dari lima bandara di Jawa Barat mencapai 18.093 orang pada September 2026. Angka tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 63,22 persen dibandingkan Agustus 2026 yang berjumlah 11.085 orang.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah penumpang secara keseluruhan tersebut utamanya didorong oleh pembukaan kembali sejumlah rute penerbangan domestik dari Bandara Husein Sastranegara.
Dari total 18.093 penumpang yang berangkat sepanjang September 2026, Bandara Husein Sastranegara mengangkut 17.829 orang, atau menguasai sekitar 98,54 persen dari total keberangkatan penumpang di Jawa Barat.
Di posisi berikutnya, Bandara Nusawiru (Pangandaran) mencatat keberangkatan 241 penumpang. Adapun Bandara Kertajati (Majalengka) berada jauh di bawahnya dengan melayani 15 penumpang (sekitar 0,08 persen). Sementara itu, Bandara Cakrabhuwana Penggung (Kota Cirebon) mencatat 8 penumpang, dan Bandara Wiriadinata (Kota Tasikmalaya) tidak mencatatkan keberangkatan penumpang komersial selama periode tersebut.
Secara tahunan (year-on-year), total penumpang domestik yang berangkat melalui lima bandara di Jawa Barat mengalami lonjakan drastis sebesar 4.699,20 persen dari 377 orang pada September 2025 menjadi 18.093 orang pada September 2026. Kendati demikian, data BPS menunjukkan bahwa pertumbuhan angka penumpang tersebut belum terdistribusi secara merata di seluruh wilayah infrastruktur transportasi udara Jawa Barat.













