BANDUNG,Khabarjabar.com – Sebanyak 63 Koperasi Merah Putih di Kota Bandung mencatatkan kinerja positif dengan membukukan total transaksi hingga Rp3,3 miliar. Capaian ini bersumber dari sekitar 290 ribu transaksi yang dihimpun dari puluhan koperasi yang telah beroperasi di berbagai kecamatan.
Berdasarkan data Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Simkopdes) per Selasa (27/10/2026), Koperasi Merah Putih di Kota Bandung tercatat memiliki total aset senilai Rp1,2 miliar. Rinciannya terdiri atas simpanan pokok sebesar Rp61,8 juta dan simpanan wajib Rp59,6 juta. Sektor penjualan barang kebutuhan pokok mendominasi transaksi, di mana penjualan beras medium SPHP 5 kg mencatatkan angka tertinggi sebesar Rp3,06 miliar, disusul oleh penjualan Minyak Kita 1 liter sebesar Rp103,7 juta.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Budhi Rukmana, mengungkapkan bahwa dari total 151 Koperasi Merah Putih yang ada, baru 63 unit yang saat ini telah beroperasi penuh. Kendati demikian, sebanyak 117 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dengan ragam aktivitas bisnis yang variatif.
“Bisnisnya itu ada yang sembako, ada yang kerja sama dengan MBG (Makan Bergizi Gratis). Bahkan, insyaallah di awal November Koperasi Merah Putih kerja sama dengan dealer-dealer mobil listrik dan motor listrik. Jadi nanti bisnisnya tidak hanya sembako, tapi juga dengan mobil dan motor listrik,” ujar Budhi, Selasa (27/10/2026).
Dari 63 koperasi yang telah beroperasi, sebanyak 8 unit di antaranya dibangun oleh Agrinas, sementara selebihnya memanfaatkan fasilitas kantor kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga kediaman pribadi ketua koperasi. Hingga periode Agustus, tercatat ada 7.412 anggota yang sudah bergabung dengan Sisa Hasil Usaha (SHU) baru yang terkumpul mencapai Rp25.512.955.
Kendati menunjukkan tren yang menjanjikan, Budhi tidak memungkiri bahwa masih ada sejumlah koperasi yang belum dapat beroperasi secara maksimal. Keterbatasan ketersediaan lahan, kendala sumber daya manusia (SDM), serta masalah permodalan menjadi tantangan utama yang tengah dihadapi oleh unit-unit yang belum buka.
Kecamatan dengan Transaksi Tertinggi:
- Bojongloa Kaler: Rp643,5 juta
- Mandalajati: Rp389,1 juta
- Ujungberung: Rp248,4 juta
- Panyileukan: Rp201,6 juta
Redaksi Khabarnet.com














