BANDUNG,KHABARNET – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat langkah strategis untuk mengatasi persoalan lingkungan dengan mendorong 791 pasar rakyat di seluruh wilayah Jabar agar dapat mengelola sampahnya secara mandiri.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya komprehensif dalam peningkatan sanitasi, pencapaian target pembangunan berkelanjutan, serta mewujudkan ekosistem pasar yang ramah lingkungan (industri hijau).
Sebagai bentuk konkret sosialisasi program tersebut, Disperindag Jabar sebelumnya telah menggelar webinar bertajuk “Pengolahan Sampah Pasar Mandiri – Dari Sumber Menjadi Solusi”. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian menuju perhelatan Road to West Java Investment Forum (WJIF) 2026, di mana aspek teknologi pengolahan sampah dan business pitching turut diperkenalkan kepada para pemangku kepentingan.
Berdasarkan data Disperindag Jabar, dari total 791 pasar rakyat yang tercatat dan melibatkan sekitar 168.000 pedagang di berbagai kabupaten/kota, tantangan pembenahan infrastruktur maupun standardisasi masih cukup besar. Tercatat, baru sebagian kecil pasar sekitar 30 pasar yang saat ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kendati demikian, pemerintah daerah terus menggenjot koordinasi lintas sektor bersama para pengelola pasar, asosiasi, serta pelaku industri teknologi hijau. Diharapkan, penerapan pengelolaan sampah mandiri dari sumbernya dapat diimplementasikan secara merata di seluruh pasar rakyat Jawa Barat, sehingga memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat sekaligus mengurangi beban volume sampah secara signifikan.














