BANDUNG,KHABARJABAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat secara tegas mendorong pembukaan kembali rute penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung. Langkah strategis ini dinilai krusial guna menggeliatkan kembali sektor pariwisata serta mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Tedy Rusmawan, mengungkapkan bahwa realisasi pembukaan rute internasional tersebut memerlukan koordinasi dan komunikasi intensif yang melibatkan lintas instansi, mulai dari Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga PT Angkasa Pura.
“Kami sangat mendorong agar komunikasi antara Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Angkasa Pura terus diintensifkan sehingga rencana pembukaan rute internasional dapat segera direalisasikan,” ujar Tedy di Bandung.
Menurut Tedy, rute penerbangan menuju negara tetangga seperti Singapura dan Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi target utama yang paling diharapkan dapat segera dibuka kembali. Pasalnya, wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Singapura memiliki potensi besar dalam mendongkrak tingkat kunjungan wisata serta memutar roda perekonomian di Kota Bandung dan kawasan sekitarnya.
Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pengaktifan kembali rute internasional ini harus diiringi dengan peningkatan promosi pariwisata secara masif serta penataan kawasan wisata yang lebih terpadu agar semakin memikat hati pelancong asing. Selain itu, aspek kesiapan operasional serta kelayakan bisnis bagi pihak maskapai juga tetap harus menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, Tedy turut menyoroti persoalan tarif penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara yang saat ini dinilai masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan bandara-bandara lainnya. Guna merangsang minat masyarakat dan mendongkrak kembali aktivitas penerbangan di tengah transisi pemulihan ekonomi, ia mendesak pemerintah untuk memberikan stimulus berupa subsidi atau dukungan tarif.
“Kami meminta kepada pemerintah agar terus memberikan dukungan. Dalam masa pemulihan ekonomi ini, perlu ada subsidi atau dukungan bagi yang berangkat dari Bandung untuk menghidupkan kembali penerbangan,” tegasnya.
Tedy tak memungkiri bahwa kondisi perekonomian masyarakat saat ini masih berada dalam fase pemulihan, sehingga faktor biaya perjalanan kerap menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih moda transportasi. Dengan adanya dukungan kebijakan dan subsidi yang tepat sasaran, diharapkan aktivitas penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dapat kembali bergairah secara optimal tanpa memberatkan masyarakat.














