ca18d6af-c92f-433e-8866-c878fa08c99c-1-1
Jawabarat

Pesta Miras Berujung Maut di Cirebon, 3 Nyawa Melayang dan Sejumlah Pemuda Masih Dirawat

×

Pesta Miras Berujung Maut di Cirebon, 3 Nyawa Melayang dan Sejumlah Pemuda Masih Dirawat

Sebarkan artikel ini

CIREBON,Khabarjabar.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Cirebon mengamankan sejumlah barang bukti penting terkait kasus pesta minuman keras (miras) oplosan maut yang menewaskan tiga pemuda di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Barang bukti yang disita di antaranya sampel muntahan korban, alkohol berkadar 96 persen, serta satu botol arak Bali.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Mochammad Nur Alireja, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna menguak penyebab pasti di balik tewasnya para korban.

8c2827ca 5b77 4e9c ad53 0fe7ba64ced9

“Berdasarkan laporan masyarakat, betul terdapat tiga korban hingga saat ini yang meninggal dunia akibat mengonsumsi minuman beralkohol kadar tinggi yang dicampur dengan minuman berenergi,” ujar Irfan saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Kamis (29/10/2026).

Meski telah mengamankan barang bukti berupa sampel muntahan korban, alkohol 96 persen, dan arak Bali, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi belum dapat memberikan kesimpulan final mengenai jenis pasti zat yang memicu kematian korban maupun kaitan langsung masing-masing barang bukti tersebut.

“Pada dasarnya, kami masih terus berprogres dan masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap peristiwa ini,” tambahnya.

Bermula dari Pesta di Rumah Warga

Berdasarkan data yang dihimpun, insiden maut ini berawal dari aktivitas minum-minuman keras yang diduga berlangsung pada Senin malam (26/10/2026) di sebuah rumah warga di Blok Tunggak Jati, RT 04/RW 02, Desa Getasan, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon.

Kasi Pemerintahan Desa Getasan, Sujadi, menjelaskan bahwa pihaknya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari perangkat Desa Kejuden mengenai adanya warga yang mengalami kondisi kritis hingga meninggal dunia di rumah sakit.

Menurut keterangan salah satu korban selamat berinisial F yang rumahnya dijadikan lokasi berkumpul kegiatan tersebut melibatkan sekitar sembilan orang pemuda yang berasal dari lima desa berbeda. Sebagian korban selamat dilaporkan masih mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga diare akibat kejadian ini.

Hingga kini, pihak kepolisian terus mendalami keterangan dari para saksi dan korban selamat untuk mengusut tuntas kasus yang merenggut nyawa tiga pemuda tersebut.

1fd92773-1ee7-4fd5-b5ff-e6166596c34b-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *